Minggu, 02 Desember 2012

Life is Not Regret (Hidup bukan Penyesalan)


Saya tidak tahu harus memulai dari mana, keadaan yang kuhadapi  sudah cukup berat untuk dipikul oleh seorang remaja 19 tahun yang belum tahu banyak dengan yang dapat hati manusia hadapi, ingin rasanya berteman dengan bahagia, tapi terkurung dalam sedih yang tak berujung, selalu ingin menanam prinsip untuk menguatkan diri dengan pikiran bahwa benar manusia itu diciptakan untuk menghadapi masalah, tapi apa yang perasaan ini alami akan selalu bertolak belakang, itulah remaja.

Kadang aku mencoba untuk berdiri tegak untuk tidak bergantung pada orang lain tapi itu berlawanan dengan teori yang mengatakan bahwa manusia itu tak bisa hidup tanpa orang lain, walaupun selalu kucoba untuk melawan dengan teori lain bahwa yang terkuat yang bertahan hidup, hanya ada satu raja. Tetap semua gagal seketika karena memang mungkin benar manusia diciptakan untuk menghadapi masalah.

Apa benar masalah itu diberikan karena kita dapat menyelesaikannya? Sulit rasanya berteori seperti Charles Darwin, menemukan perubahan seperti Thomas Alva Edison, dan menginspirasi diri seperti Mario Teguh, ah sudah lah mereka menjadi diri mereka sendiri atau entah mereka berpura-pura menjadi seperti orang lain, hanya mereka dan Tuhan-nya yang tang tahu.

Saya selalu mencoba menjadi diri sendiri, tapi selalu tak akan jadi lebih baik dari orang lain jika tak berpura-pura menjadi sehebat mereka, satu hal yang mungkin dapat mengatasi ini, jadilah seperti apa yang kamu bisa bukan menjadi apa yang kamu paksakan. Hidup mungkin sekali tapi kesempatan selalu ada. Life is not regret.

“Orang yang baik tidak melakukan yang lebih baik, mereka melakukan apa yang dianggap baik”