Saya tidak tahu harus memulai
dari mana, keadaan yang kuhadapi sudah
cukup berat untuk dipikul oleh seorang remaja 19 tahun yang belum tahu banyak
dengan yang dapat hati manusia hadapi, ingin rasanya berteman dengan bahagia,
tapi terkurung dalam sedih yang tak berujung, selalu ingin menanam prinsip
untuk menguatkan diri dengan pikiran bahwa benar manusia itu diciptakan untuk
menghadapi masalah, tapi apa yang perasaan ini alami akan selalu bertolak
belakang, itulah remaja.
Kadang aku mencoba untuk berdiri tegak untuk tidak bergantung pada orang lain tapi itu berlawanan dengan teori yang mengatakan bahwa manusia itu tak bisa hidup tanpa orang lain, walaupun selalu kucoba untuk melawan dengan teori lain bahwa yang terkuat yang bertahan hidup, hanya ada satu raja. Tetap semua gagal seketika karena memang mungkin benar manusia diciptakan untuk menghadapi masalah.
Apa benar masalah itu diberikan
karena kita dapat menyelesaikannya? Sulit rasanya berteori seperti Charles Darwin,
menemukan perubahan seperti Thomas Alva Edison, dan menginspirasi diri seperti
Mario Teguh, ah sudah lah mereka menjadi diri mereka sendiri atau entah mereka
berpura-pura menjadi seperti orang lain, hanya mereka dan Tuhan-nya yang tang
tahu.
Saya selalu mencoba menjadi diri
sendiri, tapi selalu tak akan jadi lebih baik dari orang lain jika tak
berpura-pura menjadi sehebat mereka, satu hal yang mungkin dapat mengatasi ini,
jadilah seperti apa yang kamu bisa bukan menjadi apa yang kamu paksakan. Hidup mungkin
sekali tapi kesempatan selalu ada. Life is not regret.
“Orang yang baik tidak melakukan
yang lebih baik, mereka melakukan apa yang dianggap baik”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar